Mualaf dan identitas

"Do you consider yourself an Arab or African?"

Lantas, dia yang saya tanya ngejawab, "both". Terus dia nyebut negara-negara yang terbentang di Afrika utara punya tiga IDENTITAS: orang Arab, orang Afrika, dan Muslim.



Saya nanya ini krn identitas itu topik yang cukup hot di USA. Juga, gabungan beberapa identitas (dikenal dg istilah interseksionalitas) kadang bikin masalah hidup seseorang menjadi rada kompleks. Misalnya:

Kemarin saat lagi nunggu guru ngaji datang, saya ngobrol sama bule yg baru 2 bulan meluk Islam. Jenggotnya tebel, pakai peci dan gamis. Dia itu bule. Pirang. Tapi, tampilan dia lebih muslim drpd saya yg muslim sejak lahir.

Dengan segala atribut yg dipakai, dia lebih mirip orang Suriah daripada bule. Saya sering ketemu orang Suriah (di USA) yang pirang. Agak mudah mengidentifikasi orang berdarah Suriah karena umumnya tampilan fisik mereka agak beda dari kebanyakan orang Arab lainnya.

Dia banyak sharing alasannya jadi mualaf. Setelah beberapa saat denger ceritanya, saya beranikan nanya, "saya tahu sekarang kamu Muslim, tapi di saat yang bersamaan kamu adalah (white/bule) American. Gimana kamu beradaptasi dg transisi ini? Mohon maaf pertanyaan ini kurang sopan, kamu boleh skip jawab pertanyaan ini jika ngerasa nggak nyaman"

Saya nanya ini karena party (dg alkohol) semacam budaya di USA. Saya pernah business dinner duduk sebelahan dg seorang diplomat muslim dari negara mayoritas muslim. Diplomat ini ambil minuman beralkohol. Poin saya, seringkali seorang muslim dari negara mayoritas muslim pun sulit ninggalin larangan, apalagi bule yg tumbuh dan besar di USA.

Temen yg mualaf ini ngejelasin dia gak ada masalah ninggalin minuman beralkohol. Cuma, dia bilang kalau dia masih tinggal satu apartemen sama (mantan) pacarnya. Dia udah putusin pacarnya, dan gak sentuhan sama mantannya lagi. Cuma masih tinggal satu unit (beda kamar).

Saya paham kondisinya karena pindah apartemen di USA itu beda banget sistemnya. Gak kaya pindah kos-kosan di Indonesia.

Saat mau cerita lebih dalam, guru ngaji kami datang. Temen yg mualaf belajar nginget huruf hijaiyah, dan saya nunggu giliran setor hafalan.

Comments

Popular posts from this blog

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

JANGAN TERBALIK

ETIKA