Jalan Kaki

Minggu ini lagi baca buku berjudul bisnis "After Steve : How Apple Became A Trillion-Dollar Company And Lost Its Soul". Buku ini ditulis berdasarkan riset selama 5 tahun.

Di dalam buku ini ditulis kalau Jobs sering ngajak jalan kaki para pimpinan lain di Apple untuk ngobrolin ide dan bangun kedekatan dg mereka. Saya langsung setuju sama kebiasaan bos Apple ini.


Misalnya, dg Marcin (orang pada foto ini), saya hanya ketemu 3 hari di Washington DC. Di suatu sore kami pernah jalan-jalan cuma berdua krn ketinggalan kelompok lain. Kami ngelilingi gedung-gedung di Washington jalan kaki sambil ngobrol banyak hal, spt bisnis, pernikahan, perbedaaan persepsi masyarakat antar benua. Deep talk yang cuma sekitar 1 jam bisa bikin kami trus jalin komunikasi sampai sekarang.
Dulu, pas masih ngajar di SMA, saya juga suka ngajak murid-murid untuk jalan kaki. Kami ngobrol, atau lebih seringnya saya cuma mendengarkan cerita-cerita mereka. Efeknya pun sama: gak sedikit murid yg masih kontak-kontakan dan sampai sekarang masih minta ketemuan (walau virtual di zoom).
Juga, saya setuju bahwa jalan kaki bisa memunculkan ide-ide baru. Saya pernah baca bahwa salah satu trik untuk memunculkan ide yg stag adalah dg melakukan perjalanan. Entah perjaalanan jauh ke benua berbeda atau sekedar bolak balik ruang tamu aja. Contohnya, roommate saya kalau lagi pusing sama laporan projeknya, kerjanya bolak balik ruang tamu sambil megang dagunya. Saya pun sering muncul ide buat topik nulis saat lagi jalan kaki.
So, saat ada temen temen yang diberi privilege oleh Allah berupa bisa beli kendaraan maka saya senang dg rizki mereka. Mereka bisa ngasih manfaat ke orang-orang sekitar dg ngasih tumpangan misalnya. Saya nggak iri soalnya saya seneng sama privilege yang Allah kasih berupa sering jalan kaki berjam-jam tiap hari selama 14 tahun terakhir. Saya jadi punya waktu khusus untuk dapat ide-ide dan mematangkan rencana-rencana masa depan. Plus, saya bisa agak terhindar dari obesitas. Paling cuma buncit (dikit). hehe...
Memang, Allah selalu ngasih privilege sesuai kondisi masing masing.

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

ETIKA