DOA

Jumatan hari ini yang jadi imam adalah temen, seorang hafidz 30 juz yang juga mahasiswa s3 teknik. Hebatnya, sang imam ini belum genap berusia 30 thn, punya jadwal olahraga rutin, juga ngajar mingguan Al-Qur'an scr gratis di masjid Omar yg ada di foto ini.


Bayangkan, masih muda tapi sudah hafidz + akan segera bergelar doktor engineering dari USA + badannya masih proporsional krn olahraga + serta rutin memberi manfaat ke orang-orang sekitar tanpa mengharapkan imbalan.

Saya gak akan nyeritain scr detail tentang temen saya ini karena teman saya ini too perfect to be true. Saya mau sharing refleksi saya saat saya dengar materi khutbah jumatannya tadi, yaitu tentang kekuatan doa:
Saya mulai berdoa biar bisa kuliah ke USA sejak sekitar kelas 2 SMA (thn 2005), tapi mulai serius tiap hari berdoa biar dapat beasiswa ke USA sekitar sejak semester 6 S1 (thn 2011).
Untuk menyederhanakan perhitungan, asumsikan saja sehari saya berdoa 3x setelah solat wajib (asumsi 2x abis solat saya langsung ngacir tanpa berdoa krn (sok) sibuk). Dalam setahun maka saya berdoa 1.095x. 10 tahun kemudian di tahun 2021, saat saya dapat beasiswa ke USA, saya sudah berdoa dg redaksi yang sama untuk dapat beasiswa ke USA sebanyak 10.950x.
Berdoa kontinue 10.950x, akhirnya saya bisa dapat beasiswa paling diimpikan dalam sekali apply. Dulu mana nyangka saya yg kedua orang tuanya gak lulus SD+penghasilan ortu Rp 400.000/bulan bisa beneran S3 di USA.
Namun, poin lucunya, saking rutinnya saya berdoa, bahkan sampai hari ini saya masih berdoa (tanpa sadar) biar bisa dapat beasiswa ke USA. Lidah saya berdoa otomatis spt ini mungkin karena ini kebiasaan 10 tahun tanpa henti.
Setelah sadar, saya selalu ketawa sendiri "lah ini mulut kenapa ngomong sendiri biar dapat beasiswa ke USA padahal saya udah ada di USA". Ah, mungkin ini tanda kalau ntar akan dapat funding post doc di USA setelah selesai S3 🙂
Btw, kebaca ya poinnya, ini memang nasihat sangat klise tapi selalu benar dalam setiap kondisi: berdoa adalah senjata utama yang bisa mengubah sesuatu yang mustahil jadi terwujud.

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

ETIKA