ETIKA

Beberapa hari lalu twitter, dan medsos lain, ramai sama postingan seorang perawat magang tentang masang kateter ke pasien cowok. Banyak netizen yang komen kalau itu tidak etis.
Refleksi saya sebagai orang yang pernah ngajar di kampus: menurut saya, hal yang mirip juga terjadi di dunia kampus walau tidak sefrontal masang kateter ke lawan jenis. Ada beberapa dosen yang main posting aja kegiatan ngajar mereka di kelas. Masalahnya adalah pada video itu terang-terangan ada wajah mahasiswanya. Terlebih bisa jadi hal ini dilakukan tanpa izin terlebih dahulu ke mahasiswa-mahasiswa tersebut.
Pun jika dosen bersangkutan sudah izin ke mahasiswa, dg karakteristik mahasiswa Indonesia, mungkin mahasiswa akan iya iya aja padahal dalam hati ada mahasiswa yang keberatan.
Juga, saya pernah liat konten dosen yang nguji mahasiswa lantas memvideokan ujian skripsinya. Di video itu, mahasiswa nangis saat disidang. Wah, menurut saya ini adalah penyalahgunaan "kekuasaan" sebagai dosen. Bisa jadi kan ada mahasiswa yg sangat tidak nyaman kondisi emosionalnya itu diupload di youtube. Tidak etis.
Saat saya di Amerika, saya diajarkan bahwa untuk melakukan penelitian di kelas, izin dari siswa itu sangat penting. Hak-hak siswa itu sangat dihargai. Bahkan ada yang bilang kita baiknya gak melakukan penelitian di kelas sendiri karena akan ada konflik of interest. Maksudnya, siswa akan selalu bilang iya karena yg minta adalah peneliti yg merupakan guru nya sendiri padahal aslinya siswa itu gak nyaman dengan permintaan tersebut.
Dulu saat masih S1 saya pernah ngerasa gak nyaman ke orang-orang yang main upload foto yang ada muka saya apalagi orang itu gak izin dulu ke saya. Wah, mungkin buat beberapa orang, apa yang dulu saya rasakan adalah sesuatu yang lebay. Tapi, kita perlu ingat, tidak semua orang punya latar belakang dan masalah yang sama sehingga tidak lantas otomatis akan punya persepsi yang sama dengan kita.



Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

Jadi Malu

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan