NGERASA (SOK) PENTING

Orang-orang yang foto sama saya ini, nggak sedikit yang punya perusahaan sendiri. Nggak sedikit juga yang keliling ke berbagai negara, bahkan ada yang tinggal "nomaden" dari satu negara ke negara lain ngurus bisnisnya sambil liburan.

Fulbright Enrichment Program di Washington DC

Nggak sedikit juga yang jadi orang penting di institusi negara asalnya. Nggak sedikit juga punya gaji tinggi, bahkan untuk ukuran USA, di negara asalnya.
Tapi luar biasanya, saat ngobrol mereka nggak memandang rendah lawan bicaranya.
Saya yang speaking inggrisnya masih struggle begini, nggak pernah mereka sela. Mereka selalu nunggu saya selesai ngomong walau saya sering lama milih kata dan nyusun grammar (itu pun juga masih sering salah). Kadang kan ada temen kita yang kalo kita lagi diskusi, kita nya belum selesai ngomong tapi temen kita itu main potong aja.
Mereka pun menghadapkan mukanya ke arah saya kalau saya sedang ngomong. Kadang kan kita punya teman yang kalau kita lagi ngobrol, malah matanya entah lihat ke mana, atau keseringan nunduk ngeliatin layar hape.
Hal-hal seperti ini walaupun simpel tapi menunjukan bahwa mereka menghargai lawan bicaranya, walaupun lawan biacaranya, which is itu saya, punya prestasi jauh di bawah mereka.
Ini lah yang membuat seseorang spesial, dan mengagumkan.
So pastikan, walaupun belum jadi orang yang punya bisnis macam macam, bisa keliling dunia dan punya banyak prestasi; pastikan kita bisa menghargai lawan bicara kita, terlepas siapa pun lawan bicara kita. Jangan sampe kita yang nggak penting penting amat ini tapi ngerasa sok penting banget dengan selalu ngeliatin hape saat lagi ngobrol sama orang.
Behavior seperti ini lah yang lebih sering menjadi "penyelamat" kita di masa depan daripada sekedar menjadi orang jenius tapi gak bisa menghargai orang lain.

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

ETIKA