UANG LES

"Gampang soalnya keluar pas les kemarin"

Begitu kalimat (kira-kira) yang saya inget dari temen saya pas kami masih SD. Itu berarti udah hampir 30 tahun yang lalu.
Hampir semua temen-temen SD saya pada les sama guru. Keterangan dari mereka kalau ada ulangan maka soalnya mirip sama materi yang udah dijelasin di tempat les. So, mereka selalu dapat nilai bagus. Saya? saya selalu nongkrong di urutan anak dengan nilai paling kecil saat SD.
Saya yang nggak punya genetik kaum pelajar, gak bisa memahami penjelasan guru di kelas. Masih inget banget ibu saya itu sering bolak balik nanya tetangga perihal PR matematika SD. Kedua orang tua saya bahkan sering tidak paham konsep dasar matematika SD. Wajar, mereka nggak lulus SD (tapi saya sangaaaat bangga dengan mereka).
Saya nggak pernah les. Duh, boro-boro les. Buat mikirin uang bayaran sekolah aja sering nya gak ada duit. Saya sering banget terancam dropout karena nggak bisa bayar uang SPP. Saat saya masih SD, sekolah itu berbayar. Untungnya, saya punya ibu yang rela kerja apa pun (yang penting halal) untuk pendidikan anaknya.
Hari ini saya di sini, hadir konferensi AERA. Konferensi pendidikan paling besar dan paling prestisius di USA. Tema konferensi AERA tahun ini adalah equity. Saya suka banget tema ini. Bahwa semua siswa berhak mendapat kualitas pendidikan terbaik, tanpa peduli anak tersebut bisa bayar uang les atau nggak. Tanpa peduli anak tersebut berasal dari keluarga terpelajar atau bukan.
Sering kali, anak-anak super berbakat pun gagal karena kehidupan tidak adil padanya.
Saya bertahan bisa sekolah terus karena Allah yang Maha Baik ngasih rezeki sama saya ketemu orang-orang super baik dalam hidup saya. Tapi gimana anak-anak yang mengalami hidup yang keras, juga gak dapat bantuan dari orang-orang di sekitarnya?
Sekali lagi, saya sangat suka tema ini: equity. karena setiap anak berhak mendapat pendidikan terbaik, tanpa melihat latar belakang sosial ekonomi, agama, warna kulit, jenis kelamin, atau apapun itu



Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

ETIKA