Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

Sampai hari ini saya masih inget pas ibu saya suka nanya nanya ke tetangga perihal PR matematika yang saya nggak ngerti. Ibu saya juga sering nggak ngerti konsep-konsep matematika bahkan untuk tingkat SD.


Alih alih cuma ngomelin saya doang, ibu saya sampe bela belain nanya operasi hitung matematika ke tetangga.

Sampai hari ini, rekaman gambar itu masih nempel di kepala saya. Mungkin karena rekaman itu nempel begitu kuat di memori otak, alam bawah sadar saya selalu memproses tindakan tubuh saya biar gak ngecewain pengorbanan ibu saya nahan malu nanya nanya ke tetangga mulu.

Mungkin inilah efeknya: saya yang punya daya serap sangat rendah dan sering nggak ngerti konsep dasar matematika, juga terlahir dari orang tua yang bahkan nggak ngerti konsep dasar matematika, tapi saya malah pernah jadi guru matematika dan dosen matematika.

Saat ini saya kuliah S3 pun di pendidikan matematika. Bisa hangout di UCLA dengan salah satu profesor pendidikan matematika USA paling cool. btw, UCLA adalah kampus impian saya.




Anehnya, orang yang aslinya super lemot di matematika tapi malah bisa ngajar dan kuliah matematika di luar negeri. The power of perjuangan ibu memang selalu luar biasa. Makanya, jangan pernah ngerasa lebih pintar dari orang yang pernah menyuapi kita makan walaupun pendidikan (formalnya) tidak lebih tinggi dari diri pendidikan kita yang sekarang. Sungguh, norak banget kalau ada anak yang sok pinter dihadapan orang tuanya.

YouTube: youtube.com/c/AnggaHidayat
LinkedIn: linkedin.com/in/angga-hidayat-1203
Facebook: Angga Hidayat
Website: anggahidayat.com

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

GERIMIS, KESEHATAN, DAN NETWORKING

Jadi Malu