I'm not better than you. It's just because I play the game earlier than you

"Hey Angga, I have a present for you"
Lantas beliau, dosen pembimbing saya, ngebuka suatu kotak. Di dalamnya ada beberapa apple pencil. Beliau ngasih salah satunya ke saya. Bahkan, beliau mesankan MacBook Pro terbaru untuk mahasiswa bimbingan beliau yang lain.

apple pencil
sumber: dokumen pribadi

Lantas, beliau ngajak bimbingan di restoran. Beliau yang bayarin. Di dalam restoran, setiap kali saya ngomong perihal progres projek atau hal lain, nggak pernah dipotongg. Padahal bahasa Inggris saya kacau balau tapi beliau tetap nunggu saya selesai ngomong baru mulai ngasih pendapat.
Beda banget sama kejadian beberapa tahun silam saat saya masih ngajar kampus di Tangerang Selatan. Saat saya lagi ngajar, ujug-ujug ada mahasiswa nyeletuk:
"Kalo gitu saya juga tau pak!"
Nadanya sotoy banget dan berusaha nunjukin kalau dia lebih tahu dari saya. Mungkin dia memang lebih tahu dari saya. Memang mahasiswa cerdas. Sedangkan saat itu saya masih awal ngajar. "terlihat" jauh lebih muda daripada dosen dosen lain.
Beberapa orang memang tertipu oleh ilmu nya yang ia pikir lebih tinggi dari orang lain, lantas menempatkan dirinya lebih baik dari orang lain.
Dosen pembimbing saya pernah bilang, "I'm not better than you. It's just because I play the game earlier than you"
Terlihat ya perbedaan mana orang yang benar bener pintar dan mana yang berusaha keliatan pintar untuk dapatkan validasi dari orang di sekitarnya. Sayangnya, upaya mencari validasinya itu sering kali menyebalkan dan membuat dia kehilangan respect orang orang di sekitarnya
Dan pastikan kita bukan bagian dari orang sok pintar yang sibuk mencari validasi orang lain dengan menganggap orang lain tidak lebih pintar dari kita

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

GERIMIS, KESEHATAN, DAN NETWORKING

Jadi Malu