Imam

Sudah skitar 3 minggu terakhir saya ikut halaqoh Al Quran. Tempatnya di masjid Omar. Masjid pertama yang dibangun di kota Columbus. Begitu kata salah satu teman Amerika saya. Beruntungnya, apartemen saya hanya berjarak skitar 5 menit jalan kaki ke masjid Omar.

Halaqoh Al Quran di sini fokus pada belajar bagaimana baca Al Quran. Umumnya bahas makhraj dan tajwid. Yang ikut belajar adalah benar benar pakar ngaji. Para Qari dan Hafidz. Saya bodo amat aja ikut walaupun jelas bukan Qari, apalagi penghafal Al-Quran.
Terakhir kali ikut, yang gabung adalah mereka yang berasal/keturunan wilayah Timur tengah/Afrika Utara. Wajar saja karena masjid Omar ini ada di Riverview drive yang merupakan "kampung" Arab di Columbus.

Kondisi Solat Jumat di Masjid Omar
sumber: koleksi pribadi

Saya ngaji. Dikoreksi. Ngaji lagi. Dikoreksi. Ngaji lagi. Dikasih tahu ini harusnya begini bacanya. Dikoreksi oleh banyak orang. Saya tahan malu aja karena jadi orang paling bodoh saat belajar Al Quran. Lebih baik menjadi orang paling bodoh di antara para jenius biar terus belajar.
Namun, hebatnya mereka adalah walau pun saya sudah babak beluk dikoreksi habis habisan, mereka masih memberi pujian dan doa. Orang orang yang benar ahli memang selalu tahu bagaimana menghargai orang orang yang masih belajar dan tidak membuhuh semangat orang yang baru belajar tsb.
Hal yang menjadi pelajaran lain adalah minggu lalu imam sholat isya adalah anak muda. Umurnya, MUNGKIN, sekitar 21-25 tahun. Tinggi skitar 185cm. Tubuh proporsional seperti model. Mukanya pun seperti model. Bacaan Al Quran nya indah luar biasa.
Imam muda ini juga ikut halaqoh. Saat doi baca AlQuran ternyata bacaan doi juga dikoreksi berkali kali oleh pemuda lain. Memang pemuda lain ini pun kemampuan baca makhraj huruf huruf Arab nya benar benar bagus.
Bagian menariknya adalah imam muda ini saat dikoreksi oleh temannya dengan senang hati menerima semua koreksi. Padahal menurut saya, koreksinya ini benar benar sangat minimal. Saya juga gak terlalu ngerti di bagian mana koreksinya. Ini adalah koreksi yang cuma dipahami oleh para ahli Al-Quran.
Saya kalau jadi imam muda itu yang punya muka dan tubuh layaknya model, punya bacaan bagus lantas, MUNGKIN, saya akan ngerasa jadi orang sangat populer dan akan cuek aja dikoreksi oleh orang yg jadi makmun solat saya.
Beruntung bisa dikasih kesempatan oleh Allah untuk pergi ke tempat yang jauh. Belajar dari orang orang yang luar bisa. Yang walaupun benar benar punya paket komplit tapi tetap rendah hati dan mau menerima koreksi, juga tetap mau mengajari orang lain

- Angga Hidayat




Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

ETIKA