TIDAK PERNAH ADA ORANG YANG BENAR-BENAR SIBUK. YANG ADA HANYALAH "KAMU" BUKAN PRIORITASNYA

Saya sering ajak teman, "yuk kita ikut english club di bilangan senayan. Gratis, dan metode belajar nya gak bosenin". Walau begitu, tetap saja mereka beralasan sibuk. Lantas, saya pergi sendiri.

Juga, saya sering ngajak, "ayuk kita ke acaranya atamerica di wilayah sudirman, jakarta. Pematerinya native speaker. Lumayan buat latihan listening. Kita diem aja kalau belum bisa ngomong sama bule". Tapi seringnya mereka bilang kalau mereka sibuk. Lagi, saya jalan sendiri.

@america SCBD Jakarta
sumber: https://www.pacificplace.co.id/directory/at-america-zv40f

Mereka yang saya ajak ini adalah mereka yang sering bilang kalau mereka pengen banget bisa bahasa inggris. Karena alasan ini, mereka saya ajak ke tempat tempat yg sy pikir bisa ningkatin skill English. Biar sy ada temen belajar. Tapi seringnya respon mereka adalah: sibuk, atau ada urusan lain. Seringnya saya hanya jalan sendiri ke acara acara tersebut.
Saya juga sering ngomporin temen sana sini yang sama sama pengen kuliah keluar negeri buat apply beasiswa bareng. "Yuk kita minta rekomendasi bareng atau saling koreksi esai bareng". Mereka bilang oke, tapi esai dan syarat lainnya gak kunjung selesai. Alasannya: sibuk, dan masih banyak kerjaan lain.
Walau ternyata sering gak ada temen ya sy tetep usaha jalan sendiri. Malah karena keseringan ditolak padahal yg nolak bilang dia pengen bisa bahasa inggris/kuliah keluar negeri, jadinya kadang saya lebih milih gak ngajak siapa siapa. Langsung aja pergi sendiri. Banyak temen yang nolak ajakan , kadang mempengaruhi psikis dan bikin saya jadi ikut ikutan males jalan.
Saya paham bahwa semua orang pasti punya kesibukannya sendiri. Tapi sepemahaman saya, tidak pernah ada orang yang benar benar sibuk. Yang ada hanya lah "kamu" bukan prioritasnya. Kata kamu di sini saya beri tanda kutip karena bisa mengacu pada banyak hal. Cita-cita, skill, keamanan finansial. Apa pun itu.
Kalimat judul tulisan ini entah sy baca dari mana. Saya lupa persisnya. Tolong infokan kalimat tersebut milik siapa biar saya bisa beri kredit dg mencantumkan referensi bodynote atau sejenisnya.
Orang orang yang bilang pengen bisa bahasa inggris tapi saat diajak jauh sedikit malah nolak ya menurut saya, doi hanya sekedar pengen. Toh memang kebanyakan orang pengen bisa bahasa Inggris kan. Namun, Bahasa inggris bukan lah prioritasnya.
Sama kasusnya dengan orang yang bilang mau kuliah keluar negeri tapi saat diajak apply malah nolak dg dalih sibuk, menurut saya, doi hanya sekedar pengen. Orang yang yang apply kuliah keluar negeri memangnya orang orang pengangguran, dan gak punya kerjaan numpuk?. Teman teman yg dapat beasiswa di USA ini banyak yang pejabat di perusahaan raksasa, tp gak bergaya sok sibuk dan gak menjadikan hal tsb sbg excuse. Jadi berhentilah bilang mau mendapatkan sesuatu tapi malah sering bilang sibuk, dan berlagak jadi orang paling sibuk.
Contoh yang yang agak berbeda: sekitar dua minggu yang lalu, Bapak saya masuk rumah sakit. Sampai pulang dari rumah sakit dan sampai hari ini, ipar saya gak pernah sekalipun jenguk Bapak saya. Nelpon sekali pun gak pernah. Padahal jarak rumahnya ke rumah orang tua saya hanya 11,7km. Saat ditanya kenapa gak pernah jenguk atau nelpon, alasannya: sibuk. Padahal Profesor-profesor saya di USA yang jelas sibuknya saja masih sempat berkomunikasi dg keluarga.
Sekali lagi, saat sudah menetapkan suatu cita cita, saran saya berhentilah terus menerus bilang sibuk sebagai dalih. Selain karena menyebalkan, itu hanya akan merugikam diri sendiri.

Oleh:
Angga Hidayat

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN TERBALIK

Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang yang menyuapimu makan

ETIKA